Langsung ke konten utama

Disiplin Ilmu Dimulai dari Rumah

oleh: Wahyu Kristanti S.Pd


Hasil penelitian para ahli di bidang perkembangan anak menyatakan bahwa lima tahun awal kehidupan yang sering disebut sebagai "golden age" perkembangan otak manusia. Pada masa tersebut otak menyerap informasi dengan sangat baik. Merupakan sebuah kebanggaan yang tak terukur dan ternilai saat kita sebagai orangtua, meski tidak memiliki pengalaman mengajar layaknya seorang guru disekolah namun bisa memberikan bekal satu kemampuan disipilin sejak dini dirumah sendiri.


Cara mengajarkan disiplin anak, khususnya soal waktu sangat penting dilakukan sedari dini. Ketika anak-anak sudah diperkenalkan dan terlatih mengikuti jadwal sejak kecil, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi disiplin. Dibutuhkan waktu cukup lama untuk mengajarkan pemahaman konsep waktu pada anak sehingga Anda dituntut sabar dalam pelaksanaannya.

Salah satu cara untuk mengajarkan anak disiplin yaitu dengan konsep waktu. Cara Mengajarkan Konsep Waktu pada Anak sejak Usia Dini ini cukup sederhana namun memiliki manfaat besar untuk jangka panjangnya.

1. Sekarang

Mulailah perkenalkan konsep "sekarang" saat buah hati memasuki usia batita. Pada usia tersebut, konsep "sekarang" paling mudah dipahami oleh mereka. Misalnya, Anda bisa menanyakan apa yang sedang dilakukannya sekarang. Selain itu, Anda bisa membantu anak memahami konsep "sekarang" dengan kalimat perintah sederhana, seperti, "Adik kita pergi tidur sekarang yuk."

2. Tadi

Bantu anak memahami konsep waktu "tadi" dengan menanyakan misalnya, "Adik tadi siang makan apa? Enak tidak makanannya?". Melalui pertanyaan tersebut, anak bisa memahami konsep waktu yang telah lampau. Perkenalkan konsep "tadi" pada usia batita.

3. Nanti

Konsep waktu ini agak sulit di mengerti batita karena belum ada kejadiannya. Anak nantinya akan berusaha keras membayangkan apa yang Anda maksudkan. Jangan heran jika anak akan selalu managih apa yang Anda janjikan kepadanya. Misalnya, "Adik nanti kalau ulangtahun, akan dibelikan mobil-mobilan ya." Tidak perlu khawatir apalagi memarahinya jika anak terus menangis, karena anak sedang belajar memahami maksud kata "nanti."

4. Konsep pagi, siang, dan malam

Mengajarkan waktu pagi, siang, dan malam dengan cara menyenangkan bisa sedari dini bisa membantu anak memahami konsep waktu. Misalnya:

- Untuk menjelaskan waktu pagi, bisa dengan cara, "Matahari sudah bersinar, pertanda hari sudah pagi, bangun dan mandi yuk."

- Lalu untuk menerangkan waktu siang, "Waktu sudah siang, pasti perut Adik keroncongan pertanda lapar, yuk makan siang."

- Sedangkan mengajarkan konsep waktu malam, bisa dengan cara: "Langit sudah gelap, pertanda waktu sudah malam, saatnya masuk ke rumah."

Beberapa contoh time management untuk putra putri anda yang masih berusia dini (toodler atau nursery) dapat menggunakan table dibawah ini untuk di print dan ditempel di kamar anak anda:

-

-


Selain itu belajar disiplin juga dapat anda terapkan pada buah hati sejak dini, misalnya dengan selalu membacakan buku cerita yang memiliki pengaruh bagus terhadap anak, mungkin saja sekarang anak anda tidak mengerti akan jalan ceritanya, akan tetapi memori alam bawah sadarnya telah merekam, dan tentu saja banyak manfaatnya antara lain: anak dapat menyerap kosa kata baru lebih banyak, menjadikan anak memiliki imajinasi positif lebih tinggi, serta kecerdasan dan kekreatifan anak dapat bertambah dengan bertanya dan membuat cerita baru. Untuk membantu orang tua dalam memilih beberapa cerita dongeng dapat mengunduhnya secara gratis pada aplikasi android pada link dibawah ini: http://apk.1mobile.co.id/25-dongeng-anak-inspiratif-apk.html

Namun hal yang sering dilupakan oleh orang tua adalah, ketika telah menerapkan jadwal pada anak namun orang tua melanggarnya, seperti jika telah ditetapkan bahwa ini adalah waktunya belajar, maka jangan sekali-kali orang tua malah menyalakan tv, karena akibat dari tindakan sepele tersebut sangatlah banyak.

Pola disiplin yang dimulai dari hal kecil inilah yang nantinya akan dibawa oleh buah hati kita untuk menjalani kehidupannya, dia akan terbiasa mengatur waktu dengan tepat, sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma maupun tumpang tindih. Kelak waktu mereka dewasa mereka akan dapat mengerti betapa berharga waktu yang mereka miliki selama ini. Dan mereka akan mulai membuat Dream books, untuk cita-cita mereka saat besar nantinya. Apakah anda tidak bangga apabila nanti suatu saat mereka menginjak masa remaja, mereka dapat membuat dinding kamar mereka dengan penuh impian dan cita-cita seperti contoh gambar dibawah ini:

-


Hal yang paling penting, jika menginginkan anak anda disiplin, maka yang pertama menjadi contohnya adalah orang tua, dengan demikian anak tidak akan lagi merasa bahwa aturan yang ditetapkan orang tuanya merupakan aturan yang mengekang.

Semoga bermanfaat.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
sumber : www.kesekolah.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nutrisari: Lomba Menggambar dan Mewarnai

01 Oktober 2013 Selamat malam semua...! Sekitar tiga hari yang lalu MI Kebonrandu kedatangan seorang sales dari produk minuman terkenal Nutrisari . Kedatangannya dengan maksud menawarkan sebuah program yang diusung oleh Nutrisari dalam rangka promosi melalui beberapa sekolah khususnya tingkat Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar, yaitu dengan mengadakan lomba menggambar dan mewarnai antar Sekolah Dasar se-wilayah Kabupaten. Nah, jadi siswa-siswi MI Kebonrandu nantinya akan bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang berada di wilayah kabupaten Sukabumi, gitu!. Lomba mewarnai dikhususkan bagi siswa-siswi kelas 1 s/d 3, sedangkan lomba menggambar bagi kelas 4 s/d 6. Yang lebih menarik lagi lomba menggambar dan mewarnai ini tidak dikerjakan di sekolah, tapi dibawa ke rumah masing-masing, jadi pihak Nutrisari nantinya akan membagikan kertas bergambar untuk mewarnai bagi kelas 1 s/d 3 dan kertas kosong untuk menggambar bagi kelas 4 s/d 6, udah itu bawa pulang ke rumah masing-masing u...

Tumbuhkan Budi Pekerti Anak ala Anies Baswedan

 Oleh : Feliciany H T   Secara umum budi pekerti berarti moral dan kelakuan yang baik dalam menjalani kehidupan. Budi Pekerti adalah induk dari segala etika ,tatakrama, tata susila, perilaku baik dalam pergaulan, pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Budi Pekerti perlu ditanamkan pada anak sejak kecil. Maka dari itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan membagikan cara untuk menumbuhkan budi pekerti pada anak, khususnya lingkungan sekolah. Anies mengatakan, budi pekerti tak boleh hanya dijadikan pengetahuan. Ketika budi pekerti tumbuh sebagai kebiasaan, karakter dan budaya bakal mengikuti dengan sendirinya. "Setelah itu akan menjadi kebiasaan pada siswa yang kemudian terbentuk karakter dan selanjutnya menjadi budaya terutama budaya di sekolah. Untuk menjadi budaya perlu melewati beberapa proses tersebut," ujar Anies. Bentuk kegiatannya antara lain pemberlakukan kewajiban upacara bendera setiap hari Senin. Mendikbud bahkan mengancam akan mencop...

Kapankah Usia yang Tepat untuk Memasukkan Anak Anda ke Sekolah Asrama?

Ada kalanya Anda harus paham dalam menentukan usia yang tepat dalam menempatkan anak Anda ke sekolah asrama. Ada beberapa faktor yang harus dipahami dalam menentukan usia yang tepat untuk memasukkan anak Anda ke sekolah asrama. Misalkan Anda telah mencapai keputusan dalam memasukkan anak Anda ke sekolah asrama. Anggap saja anak Anda berusia antara 4 - 10 tahun. Anda pergi dan meninggalkan anak Anda di sekolah tersebut dan kembali ke rumah. Apa yang anak Anda rasakan saat ditinggal oleh orang tuanya untuk pertama kali pada usianya yang masih belia? Apakah Anda bisa membayangkan apa yang anak Anda pikirkan? Mungkin saat Anda meninggalkan anak Anda dan kembali ke rumah, Anda menyesali keputusan yang Anda buat. Apakah Anda menempatkan anak Anda di sekolah asrama dengan alasan mendisiplinkan anak? Berapa umur anak Anda? 4 tahun? 7 tahun? Mungkin Anda dan pasangan Anda telah memutuskan bahwa memasukkan anak Anda ke sekolah asrama merupakan jalan terbaik untuk mendisiplinka...