Jumat, 16 Januari 2015

4 Cara Berhenti Mengucapkan Em.. Saat Berbicara di Depan Audiens

Bagi para pembicara professional, kata seperti "Em," "Uh," atau "Jadi...." seringkali terucap begitu saja tanpa kita menyadarinya. Kata - kata tersebut tidak menjadi masalah saat mereka mengucapkan sekali atau dua kali dalam sebuah meeting. Namun bila kata-kata tersebut digunakan berulang - ulang, hal tersebut dapat membunuh kredibilitas mereka.

Mungkin Anda belum siap untuk berbicara dalam sebuah meeting dan kesusahan untuk menjawab pertanyaan yang sulit. Dan mungkin Anda terlalu lelah dan gagap untuk fokus dalam inti pembicaraan. Apapun masalahnya, ketika kita mendengar kata - kata sandungan seperti di atas, kita beranggapan bahwa sang pembicara belum siap dan tidak percaya diri.

Tapi, Anda dapat menjauhkan kebiasaan mengucapkan "Em" dan "Uh" dalam pembicaraan Anda. Cobalah beberapa tips berikut untuk mengurangi pengucapan kata - kata itu dalam pembicaraan Anda:

Dengarkan pembicaraan Anda sendiri

Jika Anda mendengarkan rekaman pembicaraan Anda yang sering mengucapkan "Em" dan "Uh", secara alami Anda akan terdorong untuk lebih waspada dalam pengucapan. Hal ini adalah langkah awal yang penting untuk menjauhkan diri dari kata sandungan tersebut.

Berikan jeda saat berbicara

Presentation trainer Olivia Mitchell merekomendasikan sampaikan informasiAnda kemudianberikanjeda. "Ketika memberi jeda, Anda dapat menggunakan irama: penyampaian pesan/jeda/penyampaian pesan/jeda, dan seterusnya.Fokus pada ritme inidankata "Em" atau " Uh"akan hilang."

Buat kontak mata

Mitchell mengatakan, jika kita membuat kontak mata dengan lawan bicara, akan terasa lebih canggung untuk mengatakan "Em". Cobalah untuk melakukan kontak mata pada setiap orang yang ada di dalam ruang meeting.

Alihkan kata sandungan

Salah satu fungsi dari kata "Em" yakni untuk meyakinkan audiens bahwa Anda belum selesai berbicara dan butuh waktu untuk menyatukan pikiran Anda. Sebagai alternative, ganti kata sandungan tersebut dalam meeting Anda, seperti "Mari kita lanjutkan ke....", "Pertimbangan penting lainnya adalah ...", atau mungkin "Kembali pada...." Latihan menggunakan kalimat tersebut dapat membantu Anda mengurangi pengucapan "Em".

Seorang leadership speaker, Selena Rezvani mengatakan, Anda tidak seharusnya bersantai atau berhenti menjadi gugup untuk mengubah kebiasaan buruk ini. Sebaliknya, kata Selena, orang sering mengatakan "Em" ketika mereka tidak terlalu gugup atau menjadi terlalu santai.

Jadi, berperilakulah seperti Anda dalam meeting yang sangat penting. Persiapkan ide dan gagasan yang terbaik. "Dengan begitu, kata "Em" menjadi berkurang" tutur Selena.

oleh: Feliciany H T
(Disadur dari forbes.com)

Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
Sumber : www.kesekolah.com

Selasa, 13 Januari 2015

Kapankah Usia yang Tepat untuk Memasukkan Anak Anda ke Sekolah Asrama?

Ada kalanya Anda harus paham dalam menentukan usia yang tepat dalam menempatkan anak Anda ke sekolah asrama. Ada beberapa faktor yang harus dipahami dalam menentukan usia yang tepat untuk memasukkan anak Anda ke sekolah asrama.


Misalkan Anda telah mencapai keputusan dalam memasukkan anak Anda ke sekolah asrama. Anggap saja anak Anda berusia antara 4 - 10 tahun. Anda pergi dan meninggalkan anak Anda di sekolah tersebut dan kembali ke rumah. Apa yang anak Anda rasakan saat ditinggal oleh orang tuanya untuk pertama kali pada usianya yang masih belia? Apakah Anda bisa membayangkan apa yang anak Anda pikirkan? Mungkin saat Anda meninggalkan anak Anda dan kembali ke rumah, Anda menyesali keputusan yang Anda buat.

Apakah Anda menempatkan anak Anda di sekolah asrama dengan alasan mendisiplinkan anak? Berapa umur anak Anda? 4 tahun? 7 tahun? Mungkin Anda dan pasangan Anda telah memutuskan bahwa memasukkan anak Anda ke sekolah asrama merupakan jalan terbaik untuk mendisiplinkannya. Bahkan mungkin menurut Anda keputusan tersebut dapat menguntungkan sang anak. Tapi apakah Anda yakin bahwa hal tersebut adalah hal yang tepat, walaupun anak Anda di umur yang sangat belia?

Jadi, kapan usia yang tepat untuk memasukkan anak Anda ke sekolah asrama? Sebenarnya pertanyaan tersebut tergantung dari kondisinya. Faktor utama untuk mengambil keputusan tersebut adalah Anda sendiri. Apakah Anda benar - benar akan memasukkannya, apakah hal tersebut merupakan keputusan yang tepat untuk usianya yang masih belia, apakah anak Anda bisa menjaga diri tanpa perlindungan orang tuanya; semuanya menjadi pertimbangan Anda dan pasangan Anda.

Anda juga perlu bertanya pada anak Anda sendiri. Apakah di usianya kini, ia sudah bisa menjaga kebutuhan emosionalnya tanpa Anda. Anak Anda harus mengerti mengapa ia perlu masuk ke sekolah asrama. Ia juga perlu mengerti bahwa hal tersebut bukan berarti Anda menjauhinya. Ia juga harus tahu bahwa hal ini untuk kebaikannya sendiri.

Saat anak Anda mengerti semua hal tersebut, saat itulah usia yang tepat bagi anak Anda untuk masuk sekolah asrama.

 oleh: Feliciany H T
(Disadur dari edarticle.com)

Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
Sumber : www.kesekolah.com

UN Dinilai Boros Anggaran Negara

Pengamat pendidikan Muhammad Abduhzan menilai menilai Ujian Nasional (UN) akan memboroskan anggaran negara jika dilakukan setiap tahun. Ia beranggapan UN sebaiknya dijadikan pemetaan saja sehingga tidak harus dilaksanakan setiap tahun.


Sebelumnya, mayoritas Komisi X DPR RI sepakat Ujian Nasional dihapuskan karena boros anggaran. Sebab pada UN 2013 telah memakan biaya sebesar 600 miliar rupiah.

Menurut Abduhzan, untuk masuk perguruan tinggi sebaiknya gunakan tes diagnostic.

"Apalagi nilai UN saat ini tidak valid. Sebab guru sering menaikkan nilai UN siswanya agar lulus," katanya.

Menurutnya, perubahan pendidikan harus dilakukan secara bertahap.

Ia mencontoh nilai matematika UN 2014 rata-rata enam. "Tahun depan tidak mungkin nilai rata-rata matematika jadi sembilan," katanya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)


Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
Sumber : www.kesekolah.com

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H


Assalamu'alaikum ......
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Kebonrandu insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal : Jum'at, 16 Januari 2015
Waktu : Pukul 08.00 s/d selesai
Tempat : Ruang kelas MI Kebonrandu

Adapun susunan acaranya adalah sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Do'a Hadiah
3. Pembacaan Ayat suci Al-Quran
4. Sambutan-sambutan
5. Penampilan dari siswa kelas 1 dan 2
6. Pembacaan Puisi
7. Shalawat dari anak kelas 5
8. Penampilan dari anak kelas 3 dan 4
9. Nyanyian Islami dari Paduan Suara
10. Ceramah dari siswa kelas 4
11. Ceramah dari Ustad/Mubaligh
12. Do'a dan tutup

Adapun siswa yang mendapat tugas dalam acara ini adalah :
Pembawa acara : Annisa Nurfitriani dari kelas 6
Doa hadiah : Nizar Khoeru Rahman
Pembacaan ayat suci Al-Quran : Rayhan Putra Ramadhan
Sari Tilawah : Najla Nurfauziah
Pembaca puisi :Ghian Muhammad Imra
Ceramah : Yasin Fadilah

Demikianlah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H ini akan kita laksanakan walaupun dengan acara yang sederhana namun Insya Allah tidak mengurangi rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW.
Bagi yang sudah tahu tolong sebarkan berita ini, terima kasih.

Wassalamu'alaikum