Rabu, 12 Agustus 2015

Tumbuhkan Budi Pekerti Anak ala Anies Baswedan

 Oleh : Feliciany H T
 
Secara umum budi pekerti berarti moral dan kelakuan yang baik dalam menjalani kehidupan. Budi Pekerti adalah induk dari segala etika ,tatakrama, tata susila, perilaku baik dalam pergaulan, pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Budi Pekerti perlu ditanamkan pada anak sejak kecil. Maka dari itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan membagikan cara untuk menumbuhkan budi pekerti pada anak, khususnya lingkungan sekolah.




Anies mengatakan, budi pekerti tak boleh hanya dijadikan pengetahuan. Ketika budi pekerti tumbuh sebagai kebiasaan, karakter dan budaya bakal mengikuti dengan sendirinya.

"Setelah itu akan menjadi kebiasaan pada siswa yang kemudian terbentuk karakter dan selanjutnya menjadi budaya terutama budaya di sekolah. Untuk menjadi budaya perlu melewati beberapa proses tersebut," ujar Anies.

Bentuk kegiatannya antara lain pemberlakukan kewajiban upacara bendera setiap hari Senin. Mendikbud bahkan mengancam akan mencopot jabatan kepala sekolah apabila sekolah tersebut tidak melaksanakan upacara bendera setiap senin.

Selain itu, Anies mencontohkannya dengan budaya hidup bersih. Menurut Anies, hal pertama yang perlu dilakukan ialah mengajarkan siswa tentang cara hidup bersih dan bahaya hidup kotor. Siswa dibiasakan membersihkan dan membuang sampah di tempatnya. Siswa perlu dapat teguran bila membuang sampah sembarangan.

"Jika hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan siswa maka akan tumbuh karakter siswa yang menyukai kebersihan dan tidak nyaman ketika melihat sampah bukan pada tempatnya serta berujung menjadi budaya bersih pada siswa," tandas Anies.

Kegiatan lainnya adalah semua pelajar di Indonesia diwajibkan menyanyikan lagu nasional sebelum memulai kegiatan belajar- mengajar. Juga pembiasaan hidup bersih dan pembiasaan membaca buku selama 15 menit sebelum dimulai pelajaran. Program ini diperuntukkan bagi seluruh tingkatan sekolah, dimulai sejak masa orientasi peserta didik hingga kelulusan.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
sumber : www.kesekolah.com

IJAZAH dan SKHU Angkatan 2013/2014 dan 2014/2015

Assalamu'alaikum... Bagi Alumni MI Kebonrandu angkatan 2013/2014 dan angkatan 2014/2015 yang belum mengambil IJAZAH dan SKHU harap segera menghubungi Bp. Yusep Ridwan, S.Pd.I.
Jika 2 bulan terhitung sejak info ini diposting dokumen tersebut tidak diambil, maka pihak MI Kebonrandu tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan yang ditimbulkan akibat penyimpanan terlalu lama.

Berikut ini siswa yang dokumennya masih ada di sekolah :

1. Angkatan 2013/2014 :
- M. Rusli Firmansyah (SKHU)
- Taufik Ilham Maulana (Ijazah dan SKHU)
- Siti Nursaadah (SKHU)


2. Angkatan 2014/2015 (Ijazah)
- Annisa Nurfitriani Syah
- Nizar Khoeru Rohman
- Faisal Putra Heriawan
- Irpan Maulana
- Desi
- Irgi Akbar Maulana
- Rifal Agustian

Terima kasih, mohon disebarkan kepada yang lain.
Wassalam

Selasa, 24 Februari 2015

Disiplin Ilmu Dimulai dari Rumah

oleh: Wahyu Kristanti S.Pd


Hasil penelitian para ahli di bidang perkembangan anak menyatakan bahwa lima tahun awal kehidupan yang sering disebut sebagai "golden age" perkembangan otak manusia. Pada masa tersebut otak menyerap informasi dengan sangat baik. Merupakan sebuah kebanggaan yang tak terukur dan ternilai saat kita sebagai orangtua, meski tidak memiliki pengalaman mengajar layaknya seorang guru disekolah namun bisa memberikan bekal satu kemampuan disipilin sejak dini dirumah sendiri.


Cara mengajarkan disiplin anak, khususnya soal waktu sangat penting dilakukan sedari dini. Ketika anak-anak sudah diperkenalkan dan terlatih mengikuti jadwal sejak kecil, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi disiplin. Dibutuhkan waktu cukup lama untuk mengajarkan pemahaman konsep waktu pada anak sehingga Anda dituntut sabar dalam pelaksanaannya.

Salah satu cara untuk mengajarkan anak disiplin yaitu dengan konsep waktu. Cara Mengajarkan Konsep Waktu pada Anak sejak Usia Dini ini cukup sederhana namun memiliki manfaat besar untuk jangka panjangnya.

1. Sekarang

Mulailah perkenalkan konsep "sekarang" saat buah hati memasuki usia batita. Pada usia tersebut, konsep "sekarang" paling mudah dipahami oleh mereka. Misalnya, Anda bisa menanyakan apa yang sedang dilakukannya sekarang. Selain itu, Anda bisa membantu anak memahami konsep "sekarang" dengan kalimat perintah sederhana, seperti, "Adik kita pergi tidur sekarang yuk."

2. Tadi

Bantu anak memahami konsep waktu "tadi" dengan menanyakan misalnya, "Adik tadi siang makan apa? Enak tidak makanannya?". Melalui pertanyaan tersebut, anak bisa memahami konsep waktu yang telah lampau. Perkenalkan konsep "tadi" pada usia batita.

3. Nanti

Konsep waktu ini agak sulit di mengerti batita karena belum ada kejadiannya. Anak nantinya akan berusaha keras membayangkan apa yang Anda maksudkan. Jangan heran jika anak akan selalu managih apa yang Anda janjikan kepadanya. Misalnya, "Adik nanti kalau ulangtahun, akan dibelikan mobil-mobilan ya." Tidak perlu khawatir apalagi memarahinya jika anak terus menangis, karena anak sedang belajar memahami maksud kata "nanti."

4. Konsep pagi, siang, dan malam

Mengajarkan waktu pagi, siang, dan malam dengan cara menyenangkan bisa sedari dini bisa membantu anak memahami konsep waktu. Misalnya:

- Untuk menjelaskan waktu pagi, bisa dengan cara, "Matahari sudah bersinar, pertanda hari sudah pagi, bangun dan mandi yuk."

- Lalu untuk menerangkan waktu siang, "Waktu sudah siang, pasti perut Adik keroncongan pertanda lapar, yuk makan siang."

- Sedangkan mengajarkan konsep waktu malam, bisa dengan cara: "Langit sudah gelap, pertanda waktu sudah malam, saatnya masuk ke rumah."

Beberapa contoh time management untuk putra putri anda yang masih berusia dini (toodler atau nursery) dapat menggunakan table dibawah ini untuk di print dan ditempel di kamar anak anda:

-

-


Selain itu belajar disiplin juga dapat anda terapkan pada buah hati sejak dini, misalnya dengan selalu membacakan buku cerita yang memiliki pengaruh bagus terhadap anak, mungkin saja sekarang anak anda tidak mengerti akan jalan ceritanya, akan tetapi memori alam bawah sadarnya telah merekam, dan tentu saja banyak manfaatnya antara lain: anak dapat menyerap kosa kata baru lebih banyak, menjadikan anak memiliki imajinasi positif lebih tinggi, serta kecerdasan dan kekreatifan anak dapat bertambah dengan bertanya dan membuat cerita baru. Untuk membantu orang tua dalam memilih beberapa cerita dongeng dapat mengunduhnya secara gratis pada aplikasi android pada link dibawah ini: http://apk.1mobile.co.id/25-dongeng-anak-inspiratif-apk.html

Namun hal yang sering dilupakan oleh orang tua adalah, ketika telah menerapkan jadwal pada anak namun orang tua melanggarnya, seperti jika telah ditetapkan bahwa ini adalah waktunya belajar, maka jangan sekali-kali orang tua malah menyalakan tv, karena akibat dari tindakan sepele tersebut sangatlah banyak.

Pola disiplin yang dimulai dari hal kecil inilah yang nantinya akan dibawa oleh buah hati kita untuk menjalani kehidupannya, dia akan terbiasa mengatur waktu dengan tepat, sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma maupun tumpang tindih. Kelak waktu mereka dewasa mereka akan dapat mengerti betapa berharga waktu yang mereka miliki selama ini. Dan mereka akan mulai membuat Dream books, untuk cita-cita mereka saat besar nantinya. Apakah anda tidak bangga apabila nanti suatu saat mereka menginjak masa remaja, mereka dapat membuat dinding kamar mereka dengan penuh impian dan cita-cita seperti contoh gambar dibawah ini:

-


Hal yang paling penting, jika menginginkan anak anda disiplin, maka yang pertama menjadi contohnya adalah orang tua, dengan demikian anak tidak akan lagi merasa bahwa aturan yang ditetapkan orang tuanya merupakan aturan yang mengekang.

Semoga bermanfaat.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
sumber : www.kesekolah.com

Jumat, 16 Januari 2015

4 Cara Berhenti Mengucapkan Em.. Saat Berbicara di Depan Audiens

Bagi para pembicara professional, kata seperti "Em," "Uh," atau "Jadi...." seringkali terucap begitu saja tanpa kita menyadarinya. Kata - kata tersebut tidak menjadi masalah saat mereka mengucapkan sekali atau dua kali dalam sebuah meeting. Namun bila kata-kata tersebut digunakan berulang - ulang, hal tersebut dapat membunuh kredibilitas mereka.

Mungkin Anda belum siap untuk berbicara dalam sebuah meeting dan kesusahan untuk menjawab pertanyaan yang sulit. Dan mungkin Anda terlalu lelah dan gagap untuk fokus dalam inti pembicaraan. Apapun masalahnya, ketika kita mendengar kata - kata sandungan seperti di atas, kita beranggapan bahwa sang pembicara belum siap dan tidak percaya diri.

Tapi, Anda dapat menjauhkan kebiasaan mengucapkan "Em" dan "Uh" dalam pembicaraan Anda. Cobalah beberapa tips berikut untuk mengurangi pengucapan kata - kata itu dalam pembicaraan Anda:

Dengarkan pembicaraan Anda sendiri

Jika Anda mendengarkan rekaman pembicaraan Anda yang sering mengucapkan "Em" dan "Uh", secara alami Anda akan terdorong untuk lebih waspada dalam pengucapan. Hal ini adalah langkah awal yang penting untuk menjauhkan diri dari kata sandungan tersebut.

Berikan jeda saat berbicara

Presentation trainer Olivia Mitchell merekomendasikan sampaikan informasiAnda kemudianberikanjeda. "Ketika memberi jeda, Anda dapat menggunakan irama: penyampaian pesan/jeda/penyampaian pesan/jeda, dan seterusnya.Fokus pada ritme inidankata "Em" atau " Uh"akan hilang."

Buat kontak mata

Mitchell mengatakan, jika kita membuat kontak mata dengan lawan bicara, akan terasa lebih canggung untuk mengatakan "Em". Cobalah untuk melakukan kontak mata pada setiap orang yang ada di dalam ruang meeting.

Alihkan kata sandungan

Salah satu fungsi dari kata "Em" yakni untuk meyakinkan audiens bahwa Anda belum selesai berbicara dan butuh waktu untuk menyatukan pikiran Anda. Sebagai alternative, ganti kata sandungan tersebut dalam meeting Anda, seperti "Mari kita lanjutkan ke....", "Pertimbangan penting lainnya adalah ...", atau mungkin "Kembali pada...." Latihan menggunakan kalimat tersebut dapat membantu Anda mengurangi pengucapan "Em".

Seorang leadership speaker, Selena Rezvani mengatakan, Anda tidak seharusnya bersantai atau berhenti menjadi gugup untuk mengubah kebiasaan buruk ini. Sebaliknya, kata Selena, orang sering mengatakan "Em" ketika mereka tidak terlalu gugup atau menjadi terlalu santai.

Jadi, berperilakulah seperti Anda dalam meeting yang sangat penting. Persiapkan ide dan gagasan yang terbaik. "Dengan begitu, kata "Em" menjadi berkurang" tutur Selena.

oleh: Feliciany H T
(Disadur dari forbes.com)

Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
Sumber : www.kesekolah.com

Selasa, 13 Januari 2015

Kapankah Usia yang Tepat untuk Memasukkan Anak Anda ke Sekolah Asrama?

Ada kalanya Anda harus paham dalam menentukan usia yang tepat dalam menempatkan anak Anda ke sekolah asrama. Ada beberapa faktor yang harus dipahami dalam menentukan usia yang tepat untuk memasukkan anak Anda ke sekolah asrama.


Misalkan Anda telah mencapai keputusan dalam memasukkan anak Anda ke sekolah asrama. Anggap saja anak Anda berusia antara 4 - 10 tahun. Anda pergi dan meninggalkan anak Anda di sekolah tersebut dan kembali ke rumah. Apa yang anak Anda rasakan saat ditinggal oleh orang tuanya untuk pertama kali pada usianya yang masih belia? Apakah Anda bisa membayangkan apa yang anak Anda pikirkan? Mungkin saat Anda meninggalkan anak Anda dan kembali ke rumah, Anda menyesali keputusan yang Anda buat.

Apakah Anda menempatkan anak Anda di sekolah asrama dengan alasan mendisiplinkan anak? Berapa umur anak Anda? 4 tahun? 7 tahun? Mungkin Anda dan pasangan Anda telah memutuskan bahwa memasukkan anak Anda ke sekolah asrama merupakan jalan terbaik untuk mendisiplinkannya. Bahkan mungkin menurut Anda keputusan tersebut dapat menguntungkan sang anak. Tapi apakah Anda yakin bahwa hal tersebut adalah hal yang tepat, walaupun anak Anda di umur yang sangat belia?

Jadi, kapan usia yang tepat untuk memasukkan anak Anda ke sekolah asrama? Sebenarnya pertanyaan tersebut tergantung dari kondisinya. Faktor utama untuk mengambil keputusan tersebut adalah Anda sendiri. Apakah Anda benar - benar akan memasukkannya, apakah hal tersebut merupakan keputusan yang tepat untuk usianya yang masih belia, apakah anak Anda bisa menjaga diri tanpa perlindungan orang tuanya; semuanya menjadi pertimbangan Anda dan pasangan Anda.

Anda juga perlu bertanya pada anak Anda sendiri. Apakah di usianya kini, ia sudah bisa menjaga kebutuhan emosionalnya tanpa Anda. Anak Anda harus mengerti mengapa ia perlu masuk ke sekolah asrama. Ia juga perlu mengerti bahwa hal tersebut bukan berarti Anda menjauhinya. Ia juga harus tahu bahwa hal ini untuk kebaikannya sendiri.

Saat anak Anda mengerti semua hal tersebut, saat itulah usia yang tepat bagi anak Anda untuk masuk sekolah asrama.

 oleh: Feliciany H T
(Disadur dari edarticle.com)

Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
Sumber : www.kesekolah.com

UN Dinilai Boros Anggaran Negara

Pengamat pendidikan Muhammad Abduhzan menilai menilai Ujian Nasional (UN) akan memboroskan anggaran negara jika dilakukan setiap tahun. Ia beranggapan UN sebaiknya dijadikan pemetaan saja sehingga tidak harus dilaksanakan setiap tahun.


Sebelumnya, mayoritas Komisi X DPR RI sepakat Ujian Nasional dihapuskan karena boros anggaran. Sebab pada UN 2013 telah memakan biaya sebesar 600 miliar rupiah.

Menurut Abduhzan, untuk masuk perguruan tinggi sebaiknya gunakan tes diagnostic.

"Apalagi nilai UN saat ini tidak valid. Sebab guru sering menaikkan nilai UN siswanya agar lulus," katanya.

Menurutnya, perubahan pendidikan harus dilakukan secara bertahap.

Ia mencontoh nilai matematika UN 2014 rata-rata enam. "Tahun depan tidak mungkin nilai rata-rata matematika jadi sembilan," katanya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)


Dikutip ulang oleh : Yusep Ridwan, S.Pd.I
Sumber : www.kesekolah.com

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H


Assalamu'alaikum ......
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Kebonrandu insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal : Jum'at, 16 Januari 2015
Waktu : Pukul 08.00 s/d selesai
Tempat : Ruang kelas MI Kebonrandu

Adapun susunan acaranya adalah sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Do'a Hadiah
3. Pembacaan Ayat suci Al-Quran
4. Sambutan-sambutan
5. Penampilan dari siswa kelas 1 dan 2
6. Pembacaan Puisi
7. Shalawat dari anak kelas 5
8. Penampilan dari anak kelas 3 dan 4
9. Nyanyian Islami dari Paduan Suara
10. Ceramah dari siswa kelas 4
11. Ceramah dari Ustad/Mubaligh
12. Do'a dan tutup

Adapun siswa yang mendapat tugas dalam acara ini adalah :
Pembawa acara : Annisa Nurfitriani dari kelas 6
Doa hadiah : Nizar Khoeru Rahman
Pembacaan ayat suci Al-Quran : Rayhan Putra Ramadhan
Sari Tilawah : Najla Nurfauziah
Pembaca puisi :Ghian Muhammad Imra
Ceramah : Yasin Fadilah

Demikianlah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H ini akan kita laksanakan walaupun dengan acara yang sederhana namun Insya Allah tidak mengurangi rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW.
Bagi yang sudah tahu tolong sebarkan berita ini, terima kasih.

Wassalamu'alaikum